Tugas Mandiri 12
LAPORAN OBSERVASI PERILAKU KONSUMSI TIDAK BERKELANJUTAN
Lokasi: Warung Makan
1. Pendahuluan
Konsumsi berkelanjutan merupakan pola pemenuhan kebutuhan yang memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam jangka panjang. Warung makan sebagai salah satu tempat konsumsi makanan harian masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi, terutama terkait penggunaan kemasan sekali pakai, pengelolaan sisa makanan, dan pilihan menu. Aktivitas konsumsi di warung makan yang berlangsung setiap hari berpotensi menimbulkan limbah dan pemborosan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, warung makan menjadi lokasi yang relevan untuk mengamati praktik konsumsi tidak berkelanjutan. Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis contoh perilaku konsumsi tidak berkelanjutan di warung makan melalui observasi langsung terhadap perilaku konsumen dan praktik penyajian makanan.
2. Metodologi Observasi
3.
Hasil Pengamatan
Tabel
Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan
|
No. |
Perilaku
Konsumsi Tidak Berkelanjutan (Deskripsi Singkat) |
Frekuensi
/ Tingkat Kejadian |
Dampak
Negatif Utama |
|
1 |
Penggunaan
kemasan styrofoam dan plastik sekali pakai untuk makan di tempat |
Sangat
Sering |
Limbah
plastik sulit terurai |
|
2 |
Penggunaan
sendok, garpu, dan sedotan plastik sekali pakai |
Sering |
Peningkatan
sampah plastik |
|
3 |
Sisa
makanan tidak dihabiskan oleh konsumen |
Sering |
Pemborosan
makanan |
|
4 |
Pemberian
sambal dan lauk tambahan berlebihan yang tidak dikonsumsi |
Cukup
Sering |
Limbah
makanan |
|
5 |
Minuman
disajikan dalam gelas plastik sekali pakai |
Sangat
Sering |
Penumpukan
sampah plastik |
4. Analisis Penyebab Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan
Berdasarkan
hasil observasi, perilaku yang paling sering terjadi adalah penggunaan kemasan
sekali pakai, penggunaan alat makan plastik, dan pemborosan makanan. Beberapa
faktor penyebab utama antara lain:
Kemudahan
dan Efisiensi Operasional
Penjual cenderung menggunakan kemasan dan alat makan sekali pakai karena
praktis, murah, dan tidak memerlukan proses pencucian, terutama saat kondisi
ramai.
Kebiasaan
Konsumen
Konsumen terbiasa menerima kemasan dan alat makan sekali pakai tanpa
mempertanyakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta sering memesan
makanan dalam porsi berlebih.
Kurangnya
Kesadaran Lingkungan
Baik penjual maupun konsumen masih kurang mempertimbangkan dampak lingkungan
dari limbah makanan dan plastik yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi di
warung makan.
5. Saran Solusi
Untuk
mengurangi perilaku konsumsi tidak berkelanjutan di warung makan, beberapa
solusi yang dapat diterapkan antara lain:
Penggunaan
Peralatan Makan Ulang Pakai
Warung makan dapat menyediakan piring, sendok, dan gelas yang dapat digunakan
kembali, khususnya untuk konsumen yang makan di tempat.
Pengelolaan
Porsi dan Sisa Makanan
Penjual dapat menawarkan pilihan porsi (kecil, sedang, besar) serta mengedukasi
konsumen untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan agar mengurangi sisa makanan.
Pengurangan
Kemasan Sekali Pakai
Mengurangi penggunaan styrofoam dan plastik dengan menggantinya menggunakan
kemasan ramah lingkungan atau sistem bawa wadah sendiri (bring your own
container).
6. Kesimpulan
Hasil
observasi menunjukkan bahwa praktik konsumsi tidak berkelanjutan masih sering
terjadi di warung makan, terutama dalam bentuk penggunaan kemasan dan alat
makan sekali pakai serta pemborosan makanan. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh
faktor kebiasaan, kemudahan, dan rendahnya kesadaran lingkungan. Dengan
penerapan peralatan makan ulang pakai, pengelolaan porsi yang lebih baik, serta
edukasi kepada konsumen, warung makan dapat berkontribusi dalam mewujudkan pola
konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar