Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Tugas Terstruktur 15

Gambar
   Simulasi Negosiasi Ekosistem Industri (Role-Play Video) https://youtu.be/9VecdbBqTOQ?si=vBDqgi6nDXdeUOdv

Tugas mandiri 15

Gambar
  Mind Map Karier Insinyur Beretika (Ethical Career Roadmap) Refleksi  Integritas etika merupakan fondasi utama bagi masa depan industri di Indonesia karena menentukan arah pengambilan keputusan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan industrialisasi seperti kerusakan lingkungan, krisis energi, dan ketimpangan sosial, profesional yang beretika mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan tanggung jawab ekologis. Nilai kejujuran, tanggung jawab antargenerasi, serta prinsip kehati-hatian sangat penting agar inovasi industri tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang. Dengan menjunjung integritas etika, pelaku industri dapat membangun kepercayaan publik, mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan industri Indonesia yang berdaya saing, adil, dan ramah lingkungan.

Tugas Terstruktur 14

Gambar
  LAPORAN PERANCANGAN KAWASAN INDUSTRI EKOLOGIS (ECO-INDUSTRIAL PARK) Pendahuluan Perkembangan kawasan industri modern berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan seperti peningkatan limbah industri, pencemaran air, dan konsumsi energi yang berlebihan. Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep Kawasan Industri Ekologis (Eco-Industrial Park / EIP) dikembangkan sebagai pendekatan terintegrasi yang menekankan efisiensi sumber daya melalui kerja sama antarindustri. Laporan ini menyajikan perancangan kawasan industri ekologis fiktif yang terinspirasi dari kawasan industri Pulo Gadung, dengan fokus pada optimalisasi pemanfaatan limbah, energi sisa, dan air melalui prinsip industrial symbiosis . Bagian I: Deskripsi Aktor Industri Kawasan industri ini terdiri dari lima jenis industri yang dirancang agar saling terhubung dan saling menguntungkan. 1. Pembangkit Listrik Biomassa Input utama: Sekam padi, air...

Tugas mandiri 14

  LAPORAN PENGAMATAN POTENSI SIMBIOSIS SEDERHANA 1. Lokasi Pengamatan Nama Lokasi: Kantin Jenis Aktivitas: Penyediaan dan penjualan makanan/minuman siap saji (nasi, lauk, gorengan, minuman) 2. Inventarisasi Limbah (Resource Mapping) Berdasarkan pengamatan di area kantin, ditemukan beberapa jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari aktivitas memasak dan konsumsi makanan. Jenis Limbah Sumber (Penghasil) Perkiraan Volume Kondisi Saat Ini Sisa makanan (nasi, lauk) Konsumen & penjual ±10–15 kg/hari Dibuang ke tempat sampah umum Kulit sayur & sisa bahan mentah Aktivitas memasak ±5–10 kg/hari Dibuang tanpa pemilahan Minyak goreng bekas Penjual gorengan ±3–5 liter/hari Disimpan lalu dibuang Plastik kemasan & gelas sekali pakai Konsumen ...

Tugas mandiri 13

  LAPORAN OBSERVASI KONSUMSI ENERGI Studi Kasus: Warung Makan Sederhana 1. Deskripsi Fasilitas Nama Fasilitas: Warung Makan Sederhana Jenis Kegiatan: Memasak dan penjualan makanan siap saji (nasi, lauk pauk, minuman) Jam Operasional: ±12 jam/hari (setiap hari) Peralatan Utama: Magic com, kulkas, kompor listrik, dispenser air panas, lampu, kipas angin 2. Tabel Inventarisasi Peralatan & Konsumsi Energi Data Alat dan Perhitungan Energi Listrik No Nama Alat Daya (Watt) Jam Pakai/Hari Hari/Minggu Konsumsi Energi (kWh/minggu) 1 Magic Com (besar) 300 W 12 jam 7 hari (300×84)/1000 = 25,2 kWh 2 Kulkas 1 pintu 200 W 24 jam 7 hari (200×168)/1000 = 33,6 kWh 3 Kompor listrik 600 W 2 jam 7 hari (600×14)/1000 =...

Tugas terstruktur 12

Gambar
  Infografis Konsumen Berkelanjutan, 3 Langkah Nyata Untuk Menjadi Konsumen Berkelanjutan

Tugas Mandiri 12

  LAPORAN OBSERVASI PERILAKU KONSUMSI TIDAK BERKELANJUTAN Lokasi: Warung Makan 1. Pendahuluan Konsumsi berkelanjutan merupakan pola pemenuhan kebutuhan yang memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam jangka panjang. Warung makan sebagai salah satu tempat konsumsi makanan harian masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi, terutama terkait penggunaan kemasan sekali pakai, pengelolaan sisa makanan, dan pilihan menu. Aktivitas konsumsi di warung makan yang berlangsung setiap hari berpotensi menimbulkan limbah dan pemborosan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, warung makan menjadi lokasi yang relevan untuk mengamati praktik konsumsi tidak berkelanjutan. Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis contoh perilaku konsumsi tidak berkelanjutan di warung makan melalui observasi langsung terhadap perilaku konsumen dan praktik penyajian makanan. 2. Metodologi Observasi Lokasi Pengamatan : Warung makan W...

Tugas Terstruktur 11

Gambar
  GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (GSCM) Studi Kasus: Kopi Kaleng 1. Pendahuluan (Latar Belakang dan Pemilihan Produk) Produk yang dipilih dalam studi kasus ini adalah kopi kaleng , yang termasuk dalam kategori minuman kemasan siap minum (Ready-to-Drink/RTD) . Kopi kaleng dipilih karena mengalami pertumbuhan konsumsi yang pesat di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat urban dan generasi muda yang mengutamakan kepraktisan. Meskipun memberikan nilai ekonomi dan kemudahan bagi konsumen, kopi kaleng memiliki rantai pasok yang kompleks dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Dampak tersebut meliputi penggunaan aluminium untuk kemasan, konsumsi energi tinggi dalam proses produksi dan sterilisasi, emisi karbon dari transportasi, serta timbulan limbah kaleng pascakonsumsi. Oleh karena itu, kopi kaleng menjadi objek yang relevan untuk dianalisis dalam konteks Green Supply Chain Management (GSCM) . 2. Pemetaan Rantai Pasok Konvensional A. Pemetaan Tahapan Rantai...

Tugas mandiri 11

  Studi Kasus: Printer Cartridge (Tinta/Toner Bekas) 1. Pendahuluan (Pemilihan Produk dan Alasan) Produk yang dipilih dalam studi kasus ini adalah printer cartridge bekas (tinta/toner) yang termasuk dalam kategori limbah elektronik dan limbah plastik khusus . Pemilihan printer cartridge didasarkan pada beberapa pertimbangan utama. Pertama, penggunaan printer masih sangat luas di Indonesia, baik di sektor perkantoran, pendidikan, maupun usaha kecil menengah (UMKM), sehingga menghasilkan volume cartridge bekas yang signifikan setiap tahunnya. Kedua, cartridge bekas terdiri dari berbagai material seperti plastik keras, logam, sisa tinta atau toner berbahan kimia, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengelolaan yang tepat. Ketiga, cartridge bekas memiliki nilai ekonomi tinggi karena sebagian besar komponennya dapat digunakan kembali melalui proses refill, remanufacturing, dan daur ulang plastik , sehingga sangat relevan untuk ...

Tugas terstruktur 10

  Analisis Kasus Implementasi Produksi Berkelanjutan A. Profil Perusahaan dan Latar Belakang Nama & Sektor: Unilever — perusahaan multinasional sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) . Produk/Jasa Utama: Produk makanan & minuman (mis. Knorr, Royco), perawatan pribadi (Dove, Sunsilk), dan produk rumah tangga (Sunlight, Rin). Motivasi Adopsi Produksi Berkelanjutan: Unilever mengadopsi produksi berkelanjutan sebagai respons terhadap tekanan lingkungan global, perubahan iklim, kelangkaan sumber daya, serta meningkatnya tuntutan konsumen terhadap produk yang etis dan ramah lingkungan. Melalui Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang kemudian diperkuat dengan Compass Strategy , Unilever menargetkan pertumbuhan bisnis yang terpisah dari peningkatan dampak lingkungan (decoupling growth from environmental impact) serta komitmen net zero emissions pada 2039 . B. Strategi Keberlanjutan yang Digunakan Strategi 1: Produksi Berbasis Ekonomi Sirkular & Pengurangan Limbah ...